Sabtu, 03 Desember 2011


MENGHITUNG ERITROSIT

Prinsip :
Darah diencerkan dalam pipet eritrosit, kemudian dimasukkan kedalam kamar hitung. Jumlah eritrosit dihitung dalam volume tertentu. Dengan mengkalikan terhadap faktor perhitungan diperoleh jumlah eritrosit dalam satuan volume darah.

Alat-alat :
1.      Hemositometer, terdiri dari :
-         Kamar/bilik hitung
-         Kaca penutup
-         Pipet eritrosit
-         Karet penghisap dengan pipa kecil
2.      Hand tally counter
3.      Kertas saring/tissu
4.      Mikroskop

Reagen :
Larutan bayem :
-   Natrium sulfat                       5      gram
-   Natrium Chlorida                1      gram
-   Merkuri Chlorida                 0,5   gram
-   Aquadest                              200  ml

Kamar Hitung :
Sama seperti dijelaskan pada “Menghitung Lekosit”


Kaca Penutup :
Sama seperti dijelaskan pada “Menghitung Lekosit”

Pipet Eritrosit :
Bentuknya hampir sama dengan pipet lekosit, hanya butiran kaca pengocok biasanya berwarna merah. Bulatan bolanya lebih besar dan disebelah atas bola ada angka 101, dibawah bola ada pembagian skala dengan angka 0,5 dan 1.
a.      Mengisi pipet eritrosit
Tindakan-tindakan sama seperti cara mengisi pipet lekosit. Darah diisap sampai garis tanda 0,5 dan larutan Hayem sampai angka 101.
b.      Mengisi kamar hitung
Sama seperti dijelaskan pada “Menghitung lekosit”
c.       Menghitung jumlah sel sertrosit
  1. Turunkan lensa kondensor atau kecilkan diafragma. Meja mikroskop harus datar.
  2. Atur fokus terlebih dahulu dengan obyektif 10x kemudian lensa itu diganti dengan lensa 40x sampai garis-garis bagi dalam bidang besar tengah tampak jelas.
  3. Hitung semua eritrosit yang terdapat dalam 5 bidang sedang yang tersusun dari 16 bidang kecil, pada empat sudut ditambah yang ditengah-tengah. Cara menghitung sel sama seperti untuk menghitung lekosit, yaitu mulai dari kiri kekanan kemudian dari kanan kekiri dan seterusnya. Ketentuan untuk menghitung atau tidaknya eritrosit yang menyinggung garis batas sama seperti untuk menghitung lekosit.

d.      Perhitungan
Pengenceran :
Tinggi kamar hitung : 0,1 mm =
Luas daerah yang dihitung : 5 bidang sedang = 80 bidang kecil = atau
Jumlah eritrosit x 200 x 10 x 5 = Jumlah eritrosit x 10.000 per mm3.
Kadar normal (Jumlah normal) :   Pria      4,5 – 6,5 juta/mm3
                                                Wanita   3.8 – 5,8 juta/mm3
                                                      Anak       4,0 – 5,5 juta/mm3
                                                      Bayi         3,6 – 5,2 juta/mm3
Sumber kesalahan :
a.      Jumlah darah/larutan Heyem yang diisap kedalam pipet tidak tepat.
b.      Memakai pipet yang basah
c.       Berkurangnya darah dalam pipet pada waktu penghapusan darah yang melekat pada bagian luar ujung pipet.
d.      Terjadinya gelembung udara dalam pipet pada waktu menghisap darah/larutan pengencer.
e.       Adanya bekuan darah
f.         Darah tidak homogen
g.      Kamr hitung/kaca penutup kotor
h.       Ada gelembung udara yang masuk pada waktu pengisian kamar hitung
i.          Letak kaca penutup tidak tepat
j.          Meja mikroskop tidak datar
k.        Menghitung sel yang menyinggung garis batas tidak benar
l.          Kaca penutup bergeser karena tersebtuh oleh lensa mikroskop
m.    Larutan pengencer kotor
n.       Menghitung eritrosit tidak memakai lensa obyektif 40x sehingga kurang teliti.

Reactions:

0 comments:

Poskan Komentar

Thank's for reading
^________^

free update blog's An by email


"Menulis dari Hati" Pesan inspiratif dari Bang Fuadi, Bunda Helvy Tiana Rosa dan Kang Abik